Judul yang Ekstrim Huh..?
Not.. not ..not Me…………… Yups mari kita mulai !!!!!
Kata Orang Masa masa yang paling melelahkan adalah Masa ketika seseorang belum melepaskan periode lajangnya.
Segala macam bentuk pemikiran — kalau tidak mau di katakan tuduhan — berkembang berbanding lurus dengan masa sebelum kertas “Mohon Doa Restu” dilayangkan.
Entah berapa Usia Standar yang menjadi ukuran sehinga bisa digunakan untuk menampik lembut :
..:: Aku Belum Siap ::..
Diperlukan semacam kesabaran diatas normal untuk sekedar melupakan semilir sapa yang menggugah hasrat.
Plus, Mempersiapkan perisai hati agar tetap tegar dan enjoy melupakan kembang kembang peradaban (pio pio) yang tak henti mekar merebut porsi perhatian.
Mmmmmhhhh…..
Disisi lain LIBIDO yang mengekang kembang kempis sebagai Neuropatologis bagi setiap orang — khususnya ABG, dan tidak terkecuali kita semua — and YOU……yes ……YOU !!!! –yang sedang membaca ini. karena saya tidak berharap sama sekali seorang ABG membaca ini .
saya sama sekali tidak yakin kiat bisa lepas dari Neuropatologi semacam itu, kodrat kemanusiaan kita selalu begitu dari masa ke masa
Energi LIBIDO yang tidak terkontrol akan membuncah secara destruktif atau dikontrol untuk mengalirkan semacam potensial dinamis dan progresivitas yang liar dari kemanusiaan kita
– often i hear… the stranger will be — onani atau masturbation will find the way…..
Konon energi spiritual cinta lah yang bertanggung jawab terhadap semua bentuk bentuk destruktif yang serius a.k.a kerusuhan, paham paham dogmatis, de el el…
Karena Energi cinta –atau bahasa orang awam — energi seks adalah energi paling purba dan paling aktif secara “background” layaknya proses dalam komputer — plus yang paling kita tidak sadari — yang kita warisi dari sisi ke-”binatang”-an kita
Disisi lain kalo boleh mengutip OSHO, –lagi lagi osho– SEKS adalah mekanisme semesta raya yang tidak bisa kita lawan berkaitan dengan ke berlanjutan ras manusia :
Sebegitu di-desak nya ANDA sehingga tak ada satu senjata pun yang bisa kita pakai untuk melawan nya kecuali transformasi energi — itupun dengan celah kemungkinan yang kecil dan usaha yang sungguh sungguh.
Cinta yang dipilin energi spiritual mampu mengepakkan sayap sayap Attar , berkontemplasi menguak tirai tirai kefanaan hidup — bukan cinta model legenda EROS yang mengidamkan sang pengemban citra luhur kemanusiaan yang fana. — yang mungkin dari energi tersebut hanyalah transformasi .
BTW, jika ini terasa tabu .– bukankah akan lebih bagus jika kita menertawakan kemanusiaan kita sendiri ? huh ?
Nah, Sodara sodara, encik, puan sekalian ……………………………
disinilah letak Strugling-nya ……….Sementara kita semua berada dalam konteks sosial masyarakat yang selalu mempertanyakan status “KAWIN/menikah kita”
di sisi lain jarak Extra yang harus kita tempuh untuk menjadi seorang OSHO — seorang MASTER Ching hai — seorang RUMI — Seorang ………………
(hey ……….anda tidak memilih seks J..? )
WHAT NEXT ..?
TUTUP AURATMU, – AKU MASIH PRIA NORMAL
Mungkin komentar seperti inilah yang mesti kita kemukakan – jelas, tegas, padat, –
Enough is Enough ..
BTW, saya juga bukan penganut paham “Perempuan adalah candu” – - kalo diliat sepintas dari kesejarahan kayaknya kesimpulan BIAS bisa membawa kita kesana –
Perempuan sejak dulu selalu di tempatkan pada keadaan yang sama sekali tidak menguntungkan untuk dirinya. Legenda kejatuhan manusia pertama dari surga selalu ditekankan kepada pihak perempuan (hawa) sebagai pihak yang patut dipersalahkan oleh karena perempuan yang “menggoda” laki-laki (adam) sehingga termakanlah buah dari pohon terlarang. belum lagi kisah kisah besar lain sehubungan dengan peran perempuan dalam ketidak sinkronan interaksinya dengan kaum adam
Kepercayaan ini lalu terdistorsi ke dalam sistem sosial yang melulu menempatkan perempuan sebagai “golongan manusia perusak”.
Sistem sosial tersebut sampai sekarang masih tetap ada, hal ini bisa terlihat dari masih kurang dihargainya peran perempuan baik dalam bidang domestik maupun bidang sosial kemasyarakatan.
Dan saya juga bukan pendukung EMANSIPASI – emansipasian yang issunya lagi rame tuh, karena kadang penempatannya juga kadang kadang “terasa” gimanaaaa getoooo ..!!!!!
yang saya lebih tertark justru mengomentari distorsi yang terjadi “didalam” kaum adam
=====================================================================
E n i w e e e e e i i…………………
bahasan kita jadi melebar nih…….
kita lanjutin ato pending dolo ??
PENDING ah… malas ngetiknya…
sembari nunggu ada yang tersesat kemari dan beri komentar
Theres No Ordinary Without ExtraOrdinary
============================caseISclosed=================================

36 comments
Comments feed for this article
Agustus 29, 2008 pada 3:32 pm
afwan auliyar
hehehehe
postingan yang mantaaaaaps ….
ngebahas libido keknya nggak akan pernah usai dah …
yg dah aki2 pun msh punya libido juga lho ..
Agustus 30, 2008 pada 3:00 am
warmorning
hakikat ngejaga napsu emang begitu dalem ya bos !
salam kenal juga dan met puasa juga ..
Agustus 30, 2008 pada 3:06 am
natazya
ah ah ah
libido mah manusiawi… ga kepengen sex? sumpah loe?
perempuan candu?
duh duh salahnya yang menjadikannya candu deh…
lagian jangan seakan perempuan objek ah…
emansipasi? makanan apa?
bahasa yang berat dan suka salah arti ekeuh setubuh
kapan kawin ya………….
Agustus 30, 2008 pada 4:24 am
CY
Bukankah ini seperti gejala “tak pandai menari dikatakan lantai berjungkat” ??? Tak bisa mengendalikan nafsu keinginan malah perempuan yang disalahkan hehehehe…
Agustus 30, 2008 pada 4:37 am
ai
bahasan yang lumayan berat untuk wanita seperti saya
Agustus 30, 2008 pada 1:35 pm
Rindu
Saya berjilbab sekarang …. gak berani telanjang atau mendekati telanjang sekalipun, kecuali untuk saya sendiri
Agustus 30, 2008 pada 4:51 pm
antokoe
NAFSU yang membedakan manusia dengan ciptaan Tuhan lainnya.
tugas yang berat adalah menjaga hati dan nafsu.
Met berpuasa semoga puasanya POL
Agustus 31, 2008 pada 2:14 am
undercover
Susah kalo sudah begini…
Tapi yang jelas jika menikah hanya untuk “ML” kenapa mesti menikah?? “ML” ya “ML” aja, tapi dosanya ditanggung sendiri-sendiri
Bukan begitu bos? Tapi menikah aja lah bos, biar safe… biar gak ada yang merasa mendzolimi dan didzolimi dibelakang hari.
Salam kenal ya & met menjalankan ibadah bulan suci ramadhan.
September 1, 2008 pada 3:47 am
galeter
@afwan auliyar
tengkyu bung.
@warmorning
iya BRUR…begitu.
@natazya
iya saya mau
@CY
as you like it Bro !
@ai
Ooo… kl gitu maap dah.. memberatkan !
@rindu
“kecuali untuk saya sendiri”
maksudnya ..?
@antokoe
ya semoga
@undercover
iya … makasih.
salam kenal juga.
September 1, 2008 pada 2:44 pm
Ic
ada yang bilang “saat sesuatu itu telanjang maka kau akan mengetahui secara keseluruhan”, gitu ya?
met berpuasa aja deh ^^
September 2, 2008 pada 9:25 am
Odie
wanita…racun duniaaaaa….
wakakakakak
itu kata The Changcuters lo….
September 2, 2008 pada 9:55 am
Odie
Yuk…telanjang rame rame…
“siap siap buka baju”
September 2, 2008 pada 2:30 pm
widyacancan
hmmmmm…(mikir)
September 2, 2008 pada 4:07 pm
nenyok
salam
Hasrat seksual?? dah dikasih dari sononya tuh, ga mandang permapuan atau laki-laki sama aja kok, perempuan bisa jadi candu atau racun atau madu bagi laki-laki begitupun sebaliknya, tergantung dalam kerangka apa hsrat itu bermain *halah*
btw met ramadhan ya bro..maaf lom sempet jawab pertanyaanmu, gw lupa linknya klo dah nemu ntar gw send ke your mail aja yak. thx
September 2, 2008 pada 4:11 pm
Nenyok
salam
Eh bener kok “telanjang itu penting” sangat penting malah karena dengan “telanjang” mungkin bisa menilai secara objektif diri sendiri, ya ga bro ?
September 3, 2008 pada 4:05 am
Indah Sitepu
mmhhhh *manggut manggut pura-pura ngerti*
September 3, 2008 pada 4:16 am
bisaku
Ah … Jadi ceritanya adalah tentang kekalahan nurani terhadap keinginanan badani … yang dibungkuskan dengan kekalahan pria yang mempersalahkan wanita atas tubuh indahnya yang dengan berani dipertontonkan kepada pria yang … padahal wanita juga memiliki perihal yang sama karena tokh keduanya adalah manusia …
“Karena Energi cinta –atau bahasa orang awam — energi seks … ”
Ini yang harus dimengerti dengan lebih bijak. Apakah seks harus selalu terkait dengan cinta, atau cinta yang mengakibatkan adanya seks?
* btw … perlu waktu lama untuk membacanya
maaf bila ada salah dalam pemberian komentarnya
*
September 4, 2008 pada 12:47 pm
Zoe
Kaga ngarti ah!
September 5, 2008 pada 1:57 am
gbaiquni
“WHAT NEXT ..?
TUTUP AURATMU, – AKU MASIH PRIA NORMAL
Mungkin komentar seperti inilah yang mesti kita kemukakan – jelas, tegas, padat, –
Enough is Enough ..”
>>> setuju ….
September 11, 2008 pada 9:07 am
hermanussugianto
topiknya sangat menarik, alangkah menariknya jika lebih tepat…………apa ya. jadi bingung abis terlalu lebar sih…. maaf ya….
salam kenal saya di :
http://hermanussugianto.com atau
http:hermanussugianto.wordpress.com
September 11, 2008 pada 9:49 am
galeter
ya salam juga bung ..
*menuju TKP*
September 11, 2008 pada 3:10 pm
Armand
Salam kenal bung. Tulisannya top banget, filosopis banget
banyak ilmu yang bisa dipelajari lewat tulisan Anda.
September 16, 2008 pada 9:56 am
Ayam Cinta
ABG (Ayam Banget Gw) ikutan baca ne!
Transformasi energi yang memerlukan kesungguhan, emang susah ya jadi manusia. Untung ayam
September 20, 2008 pada 6:53 am
CY
Update itu juga penting …
**kabuurrrr… **
September 20, 2008 pada 12:31 pm
kweklina
Jadi yang salah itu siapa?
1.Tuhan yang menciptakan wanita dengan keindahan tubuh yang memikat,sedikit dipoles manusia menjadi sebuah seni yang disebut seksi?
2.Pria,yang matanya sendiri suka melihat hal2 yang ngak seharusnya dilihat?Lalu timbul keinginan dalam hasratnya yang disebut dengan pikiran seks?
3.Wanita,karena keindahan yang ditampilkannya,atau pesona yang bersifat fisik?
4.atau menghadirkan lagi sosok setan atau kambing hitam?
Tolong dijawab ya sobat!
Aduh bingung…seharusnya pria dan wanita sama-sama harus menjaga diri!
Wanita menjaga dan menutupi tubuhnya dengan semestinya,jangan sampai menibulkan kesan yang gimana gitu…
Pria menjaga mata dan hatinya,jangan melirik dan merasa yang aneh2 dari apa yang dilihatnya…
Jadi butuh satu kata “IMAN”
September 21, 2008 pada 9:42 pm
nyurian
saya tersesat, dan mao ngasih komentar. tapi, ga tau mao komen apaan. sudah terpana ama judulnya…
he..he..he..
September 21, 2008 pada 9:44 pm
nyurian
perbandingan nih cuy…
http://nyurian.wordpress.com/2008/08/22/cinta-atau-keinginan-bercinta/
September 23, 2008 pada 3:19 am
yakhanu
kalo saya melihat wanita berpakaian jubah pun saya bisa ngebayangin …
waduh.. mungkin imajinasi saya terlalu tinggi kali yah….
salam
September 23, 2008 pada 4:04 am
bapakethufail
iya lah telanjang biar aja… aku mbayangin juga gak pengaruh…. (yang aku bayangin monyet)
September 24, 2008 pada 1:02 am
winner
ini kayaknya nyambung ke pembahasan pornografi nih…
aku ada artikel tentang bahaya pemberlakuan UU Pornografi.
kunjungi ya… di winner.blogdetik.com
pro kontranya serru…
mungkin teman-teman disini yang biasa berargumen bisa kasih pendapat yang oke punya…
tak tunggu ya..
makasih
September 24, 2008 pada 6:10 am
yessymuchtar
hemm…pembahasan yang kompleks tentang telanjang dan keinginan keinginan yang berkaitan denganya.
semua pendapat sah sah aja…penulis juga sah sah aja angkat topik ini..nahh buat saya yang baca..membuka wawasan lagi..bahwa ternyata ada lagi model baru gaya orang menulis…ya contohnya ..blog mu ini..hihi..
kalo aku baca..kamu kayak lagih marah..heheh kenapa yaa..moga moga aslinya orangnya gak permarah
September 24, 2008 pada 7:20 pm
toba
temen gue pernah liat cewek pake baju ngatung di kampus, terus bagian belakangnya ngangkat, dan doi (cewek itu) sok sok nurun2in bajunya buat nutupin belahan panta*nya, temen gue langsung berkata sebal: “Tenang aja, gue homo kok” sambil berlalu…
hahahahahahahaha
Salam kenal
September 26, 2008 pada 1:40 pm
uwiuw
jadi…bagaimana nih…sy juga kadang berpikir emansisapi itu agak bablas. karena terlalu mengikuti metode filosofis batar. Analognya manusia melawan alam dan perempuan melawan laki laki. Padahal feminisme yg cocok buat negeri kita kan yang ngak mendukung pelesbian kayak gitu
September 27, 2008 pada 10:29 am
Muda Bentara
yang gak pake baju biasanya murahan kan …
Januari 6, 2009 pada 5:35 am
jeuz
wanita racun duniaaa (gitu kale changchuters nyanyi..)
bagus bang, sayeu studju.. tapi, cinta itu emang ada kan, gag sekedar libiditas??
salam kenal…
April 9, 2009 pada 6:38 pm
dinivian
Halo Om….pengen comment lage nih…Jika salah mohon “shi fu” luruskan…
“Logam kalo nggak ada dua kan ndak bunyi tuh…
“
Om…sex itukan sumber kehidupan to?… benar gak tuh…
udah kembali kan tenaga-nya?…lanjut nah…
* wake up!…
*